Langsung ke konten utama

Motivation Letter

Assalammualaikum Wr. Wb. 

    Perkenalkan nama saya Gibran Tauchid Wionanda Putra, dari Fakultas Ilmu Komputer program studi Teknologi Informasi. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan suatu motivasi kepada Anda semua. 

    Kita tahu bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk satu tujuan yaitu beribah kepada-Nya. Untuk itu kita sebagai makhluk ciptaan-Nya tidak boleh mengeluh apa yang kita alami selama kita hidup. Karena tidak ada tujuan dari Tuhan alam semesta yang sia-sia. Pasti akan selalu ada hikmahnya apapun kejadian yang kita hadapi. Kita tidak boleh putus asa apalagi menyerah. Kita harus semangat dan optimis dalam menjalani hidup ini. Dimulai dari mencintai diri kita sendiri.

    Disini kita akan membahas tentang Bagaimana kita menyayangi diri sendiri, Memahami, Menerima, dan menghargai.

    Dimana kita harus menyayangi diri sendiri dengan tidak meminum - minuman keras, tidak pernah mengkonsumsi narkoba yang dimana dapat melukai diri sendiri dan dapat menyusahkan orang lain, serta tidak mengikuti tawuran antar pelajar maupun antar warga, tidak pernah mencoba merokok. Untuk menyayangi diri sendiri dapat dilakukan dengan selalu hidup sehat, seperti :

  1. Sering melakukan olahraga
  2. Sering mengkonsumsi makanan yang bergizi
  3. Selalu bersama keluarga
  4. Selalu mengikuti hal - hal yang positif, seperti : Mengaji di masjid, Membaca Al-Quran, dll
  5. Tidak pernah mengikuti hal - hal yang negatif
  6. Belajar dengan rajin
  7. dll.

Ada Hadist yang menyebutkan tentang Menyayangi Diri sendiri :

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Arti :

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45]

nv ivnda idnvi ivndpan pidanvpin pinvdapi pianvpi pidanvpian ipvndapn avm

Dan Ada Juga Hadist dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda :

فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيَدْخُلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ

Arti :

“Barangsiapa ingin dijauhkan dari neraka dan masuk ke dalam surga, hendaknya ketika ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah, dan hendaknya ia berperilaku kepada orang lain sebagaimana ia senang diperlakukan oleh orang lain.” (HR. Muslim, no. 1844)

nvpdeaivn pinvpieanv  pinvpin ianvpaied pinvpai pivanpsin pinadvpn pavdn

    Dari Hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa kita seharusnya menerima atau memahami dengan pemberian dari Allah,Bagaimana Allah tidak menyukai jika makhluknya tidak menyayangi diri sendiri maupun kepada orang lain dan Allah menyukai orang yang selalu beriman dan taat selalu beribadah.

iniow nvoewinv oiwnvedow invwoisnvo winvowins nvowi pdmvnpsd paijvpa

    Oleh Karena itu, saya sebagai mahasiswa baru Universitas Brawijaya siap untuk menyanyangi diri sendiri dan lebih menghargai kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT. Demikian yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf. Terima kasih Wassalammualikum Wr. Wb.



Komentar