Assalammualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan nama saya Gibran Tauchid Wionanda Putra
dari Fakultas Ilmu Komputer program studi Teknologi Informasi cluster 35.
Disini saya akan memnyampaikan mengenai Kesehatan mental atau mental health. Setiap orang memiliki
kesehatan mental seperti halnya kesehatan fisik, kita perlu menjaga dan
memeliharanya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan
mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi
mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal,
dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan
kontribusi kepada komunitas mereka.
Sering kali, istilah kesehatan mental secara keliru
digunakan sebagai ungkapan pengganti untuk masalah kesehatan mental – yang
terkait dengan depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, dan lain-lain -
padahal sebenarnya kesehatan mental tidak sama dengan masalah kesehatan mental.
Kesehatan mental adalah hal yang bersifat pribadi dan
individu. Hal ini menentukan bagaimana seseorang dapat berhubungan dengan orang
lain, menangani stres dan membuat pilihan. Kesehatan mental adalah cara kita
berpikir, merasakan dan bertindak.
Masalah kesehatan mental adalah serangkaian kondisi
yang berdampak pada kesehatan mental. Karenanya, ini adalah kondisi yang
mengganggu suasana hati kita, perilaku, pemikiran atau cara seseorang
berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini bisa ringan, sedang, dan berat; dan
ditentukan berdasarkan seberapa jauh dampaknya terhadap fungsi harian
seseorang. Contohnya adalah depresi, kecemasan, gangguan bipolar atau
skizofrenia. Dengan dukungan dan perawatan yang tepat, orang dapat pulih dari
dan menstabilkan kondisi kesehatan mental mereka sehingga bisa menjalani hidup
yang sehat dan memuaskan.
Kesehatan mental yang sehat dan positif penting untuk
dimiliki karena hal itu memungkinkan orang untuk bekerja secara produktif. Ini
termasuk memberikan kontribusi yang berarti bagi komunitas kita, mewujudkan
potensi kita sepenuhnya dan memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup.
Pentingnya kesehatan mental digaungkan oleh WHO
melalui definisi kesehatan mereka yang menyatakan: “Kesehatan adalah keadaan
fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau
kelemahan.”
Beberapa penelitian menemukan bahwa kesehatan mental
positif tidak tergantung pada kondisi mental atau penyakit. Orang yang memiliki
penyakit mental masih mungkin memiliki tingkat kesehatan mental positif yang
berbeda dan orang yang tidak sakit mental mungkin kekurangan kesehatan mental
positif
Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan mental yang
positif seperti cukup tidur, mempelajari keterampilan untuk menghadapinya,
aktif secara fisik, berhubungan dengan orang lain dan banyak lagi. Beberapa
orang mungkin juga memerlukan bantuan profesional.
Kesehatan dan kesejahteraan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk genetika, hubungan keluarga/teman sejawat, fungsi fisiologis, gaya hidup, pekerjaan, faktor sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan dan faktor lingkungan lainnya. Infeksi perinatal, stres dan pajanan terhadap bahaya lingkungan juga dapat menjadi faktor penyebab masalah kesehatan mental.
Walaupun keterkaitan faktor-faktor ini (positif dan
negatif) bisa menjadi rumit, dapat dipastikan bahwa kombinasi dari
faktor-faktor yang dialami selama masa kanak-kanak dan remaja meningkatkan
risiko munculnya masalah kesehatan mental.
Oleh karena itu, kita sebagai generasi Z harus terus
menjaga Kesehatan terutama Kesehatan mental. Karena kesehatan yang satu ini
tidak boleh diremehkan bagi siapa saja. Banyak terdapat faktor gejala psikis
yang disebabkan jika Kesehatan mental ini terganggu. Jadi apabila kita
mengalami tanda-tanda gejala mental, kita harus pergi ke dokter atau orang yang
memiliki kapastitas dalam ilmu terkait agar tidak timbul hal-hal yang tidak
diinginkan.
Demikian yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya
mohon maaf. Terima kasih.
Wassalammualaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar